Sebenarnya, Teluk Kiluan bukanlah tempat wisata yang baru bagi pecinta traveling.
Bahkan, bisa jadi tempat ini sudah jadi incaran para petualang untuk
didatangi. Keindahan alamnya belum terjamah tangan industri, lokasinya
terpencil dan sepi, suasananya tentu masih asri dan tenang. Itulah
sebabnya Teluk Kiluan menjadi lokasi favorit para pemancing. Bahkan di
tempat ini, setiap tahunnya, ada lomba memancing yang diikuti para
jagoan memancing dalam negeri.
Keindahan pantainya tentu nggak lepas dari pasir putih, laut yang masih jernih dan terdapat lumba-lumba, juga ombak yang cukup kencang. Ada dua jenis lumba-lumba di Teluk Kiluan, yaitu lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba paruh panjang. Si hidung botol (Tursiops truncatus) cenderung pemalu dan berbadan besar.
Sedangkan Si paruh panjang (Stenella longirostris) berbadan lebih kecil, namun senang melompat. Jumlah lumba-lumba di sana mencapai ratusan ekor. Wajar kalau ada yang bilang bahwa koloni lumba-lumba di Teluk Kiluan adalah yang terbanyak di dunia. Kamu bisa melihat lumba-lumba dari dekat dengan menyewa perahi katir. Kalau beruntung, kamu juga bisa melihat ada penyu hijau di sana. Karena, hewan ini jarang naik ke permukaan laut.
Untuk menuju ke Teluk Kilauan yang berada di pesisir Lampung, tepatnya
di Desa Kiluan Negeri, Kelumbayan, Tenggamus, Lampung Selatan, kamu
harus menghabiskan waktu selama 12 jam berkendara dari Jakarta, atau 3-4
jam dari kota Lampung. Untuk memudahkan hidup kamu, lebih baik
berangkat ke Pulau Kiluan dari Lampung aja.







0 komentar:
Posting Komentar