Kenapa air terjun ini dinamai “Telun
Berasap”? Telun Berasap rupanya ditujukan penduduk pada kabut air yang
menguap di sekitar air terjun. Kabut ini sendiri tercipta dari proses
jatuhnya air dari ketinggian 50 meter. Keistimewaan Air Terjun Telun
Berasap kian nampak saat bulir-bulir air yang beterbangan dan terkena
cahaya matahari. Di antara kabut yang lembap, kamu akan melihat
pertunjukan kemilau warna-warni pelangi, tanpa harus menunggu hujan
turun.
Air Terjun Telun Berasap bisa kamu
temukan di desa bernama sama, yaitu Desa Telun Berasap. Desa ini masuk
wilayah kabupaten Kerinci. Lokasi air terjun ini cukup menantang, yakni
berada di antara lebatnya pepohonan Taman Nasional Kerinci Seblat. Meski
begitu, jalan menuju Air Terjun Telun Berasap bisa menyejukkan mata
kamu.
Untuk menikmati pemandangan Air Terjun Telun Berasap dengan lebih
maksimal, kamu bisa melakukannya dari ketinggian. Kamu bisa naik ke atas
air terjun dan berdiri di salah satu bebatuan di sana. Jangan khawatir
bakal tenggelam di sana. Pasalnya, dasar airnya tidak dalam, kamu hanya
perlu waspada dengan banyaknya batu.
Untuk sampai di Air Terjun Telun Berasap, kamu harus menghabiskan waktu selama 10 jam berkendara dari Jambi. Oh ya jangan lupa kunjungi situs ini untuk berbagai info pariwisata ya






0 komentar:
Posting Komentar